Baru beli matras yoga, semangat latihan di rumah, tapi beberapa minggu kemudian kamar kamu mulai tercium bau apek yang aneh? Tenang, kamu bukan satu-satunya. Ini masalah yang sering banget dialami pemula yoga, dan biasanya penyebabnya cuma satu: salah merawat matras sesuai jenis bahannya.
Daftar Isi
ToggleDua jenis matras yang paling umum di pasaran adalah TPE dan PVC. Keduanya terlihat mirip dari luar, tapi punya karakteristik yang cukup berbeda, terutama soal bagaimana mereka bereaksi terhadap keringat dan kelembapan. Di Jakarta dengan kelembapan udara yang bisa tembus 80%, risiko matras bau apek jauh lebih cepat dibanding kota-kota beriklim kering.
Yuk kenali perbedaannya dan cara merawatnya yang benar.
Kenapa Matras Yoga Bisa Bikin Kamar Bau Apek?
Keringat + Kelembapan Jakarta = Kombinasi Berbahaya
Setiap kali kamu yoga, matras menyerap keringat, sel kulit mati, dan minyak alami tubuh. Di iklim tropis seperti Jakarta, kelembapan tinggi memperlambat proses pengeringan matras. Kalau matras langsung digulung setelah latihan tanpa dilap, keringat tadi terjebak di dalamnya.
Kelembapan yang terperangkap inilah yang jadi ladang subur bagi bakteri. Dalam kondisi lembap dan hangat, bakteri bisa berkembang biak dalam hitungan jam.
Bakteri Penyebab Bau yang Sering Hidup di Matras
Bau apek pada matras umumnya berasal dari aktivitas bakteri Staphylococcus epidermidis yang memecah protein dalam keringat menjadi senyawa berbau. Selain itu, jamur Aspergillus niger juga sering tumbuh di matras yang lembap, terutama kalau disimpan di ruangan tanpa sirkulasi udara yang baik.
Bedanya dengan matras di negara beriklim dingin, di Jakarta proses ini terjadi jauh lebih cepat karena suhu dan kelembapan selalu mendukung pertumbuhan mikroorganisme sepanjang tahun.
Beda Mendasar Matras TPE vs PVC
Struktur Material dan Cara Menyerap Keringat
Matras TPE (Thermoplastic Elastomer) punya struktur closed-cell, artinya pori-porinya lebih rapat dan permukaan tidak mudah menyerap cairan ke dalam lapisan matras. Keringat cenderung menggenang di permukaan dan lebih mudah dilap.
Sebaliknya, matras PVC (Polyvinyl Chloride) punya tekstur yang lebih terbuka. Keringat bisa lebih mudah meresap ke bagian dalam material jika tidak segera dibersihkan. Ini yang membuat PVC lebih berisiko berbau kalau perawatannya tidak konsisten.
Mana yang Lebih Mudah Bau? Ini Faktanya
TPE secara alami lebih tahan terhadap penumpukan bau karena struktur materialnya yang rapat. Tapi bukan berarti bebas bau sepenuhnya, terutama kalau kamu jarang membersihkannya.
PVC lebih rentan bau jika jarang dirawat, tapi justru lebih mudah dilakukan deep cleaning karena materialnya tahan terhadap berbagai cairan pembersih. Intinya, keduanya bisa tetap segar asalkan rutin dirawat dengan cara yang tepat.
Perbandingan Singkat TPE vs PVC
| Aspek | Matras TPE | Matras PVC |
|---|---|---|
| Bahan Dasar | Plastik & karet polimer, ramah lingkungan | Polyvinyl Chloride, lebih keras |
| Berat | Lebih ringan (~1 kg) | Lebih berat (~1,2-1,5 kg) |
| Struktur Pori | Closed-cell — keringat tidak mudah meresap ke dalam | Open-pore — keringat lebih mudah terserap ke material |
| Risiko Bau Apek | Lebih rendah jika rutin dilap | Lebih tinggi jika jarang dibersihkan |
| Daya Tahan | Baik, tapi kurang di panas ekstrem | Lebih tahan lama dan awet |
| Harga | Sedikit lebih mahal | Lebih terjangkau |
| Cocok Untuk | Pemula, yoga dinamis, mudah dibawa | Latihan di rumah, budget-friendly |
Cara Merawat Matras TPE yang Benar
Rutinitas Setelah Latihan
Jangan langsung digulung setelah yoga. Lap kedua sisi matras dengan kain lembap yang sudah ditetesi campuran air dan sabun cair lembut. Bisa juga tambahkan beberapa tetes essential oil tea tree yang punya efek antibakteri alami.
Setelah dilap, angin-anginkan matras minimal 15 menit sebelum digulung. Ini langkah paling penting dan paling sering dilewatkan.
Deep Cleaning untuk TPE
Lakukan deep cleaning setiap 2 minggu sekali jika kamu latihan rutin, atau sebulan sekali untuk pemakaian casual. Caranya:
- Rendam kain bersih dengan campuran air hangat dan sabun lembut
- Lap seluruh permukaan matras secara merata, termasuk bagian tepi dan sisi bawah
- Bilas sisa sabun dengan kain lain yang dibasahi air bersih
- Jemur di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik, bukan di bawah sinar matahari langsung
- Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan, minimal 2-3 jam
Hindari merendam matras TPE terlalu lama karena bisa merusak struktur lapisan dan mengurangi daya cengkeram permukaannya.
Cara Merawat Matras PVC yang Benar
Rutinitas Setelah Latihan
Sama seperti TPE, matras PVC harus langsung dilap setelah selesai digunakan. Gunakan campuran air dan cuka putih dengan perbandingan 1:1, atau sabun lembut berbahan dasar air. Kedua bahan ini efektif membersihkan permukaan PVC tanpa merusak teksturnya.
Deep Cleaning untuk PVC
Matras PVC lebih fleksibel soal metode pembersihan karena materialnya lebih tahan terhadap cairan. Untuk deep cleaning:
- Semprot seluruh permukaan dengan larutan air dan cuka putih atau pembersih khusus alat olahraga
- Diamkan 3-5 menit agar larutan bekerja mengangkat kotoran
- Lap dengan kain lembut menggunakan gerakan melingkar
- Bilas bersih dan angin-anginkan di tempat teduh hingga benar-benar kering
Yang Tidak Boleh Dilakukan pada Matras PVC
- Jangan gunakan deterjen keras atau yang mengandung pemutih, bisa bikin permukaan licin dan warna memudar
- Hindari menjemur di bawah sinar matahari langsung terlalu lama karena paparan UV bisa membuat PVC menjadi rapuh dan retak
- Jangan simpan dalam kondisi lembap atau setengah kering
Tips Tambahan Biar Kamar Nggak Bau Apek Setelah Yoga
Selain merawat matras dengan benar, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa mencegah bau apek menyebar ke kamar:
- Buka jendela atau nyalakan kipas angin saat dan setelah latihan untuk memperbaiki sirkulasi udara
- Jangan taruh matras langsung di lantai karpet yang juga menyerap kelembapan
- Simpan matras dalam posisi digulung tegak, bukan ditumpuk di pojok
- Taburkan baking soda tipis-tipis di permukaan matras sekali sebulan, diamkan 20 menit, lalu vakum atau lap bersih
Kalau matras kamu sudah terlanjur bau menyengat dan tidak hilang meski sudah dibersihkan sendiri, itu biasanya tanda bahwa bakteri sudah menembus lapisan dalam matras dan butuh penanganan lebih dari sekadar lap.
Kapan Harus Serahkan ke Laundry Profesional?
Ada situasi di mana membersihkan matras sendiri tidak cukup, terutama kalau:
- Bau apek tidak hilang meski sudah dicuci berulang kali
- Muncul bercak atau noda kehitaman yang merupakan tanda pertumbuhan jamur
- Permukaan matras terasa lengket atau tekstur anti-slip mulai berkurang
Dalam kondisi seperti ini, deep cleaning profesional bisa jadi solusi. Dpurple Laundry menerima layanan laundry matras yoga dengan teknik pembersihan khusus yang menyesuaikan jenis material, baik TPE maupun PVC. Proses pengeringan dilakukan dengan kontrol suhu yang tepat agar struktur matras tetap terjaga.