Punya matras yoga tapi bingung cara merawatnya? Wajar. Banyak orang baru sadar kalau cara membersihkan matras yoga itu tidak bisa disamaratakan. Matras berbahan TPE punya kebutuhan perawatan yang berbeda dengan matras berbahan PVC atau natural rubber. Kalau salah penanganan, bahan matras bisa rusak lebih cepat dari yang seharusnya.
Daftar Isi
ToggleSebelum kamu mulai membersihkan, kenali dulu jenis bahan matras yoga yang kamu punya.
Kenapa Jenis Bahan Matras Yoga Itu Penting untuk Diketahui
Salah Rawat, Matras Bisa Rusak Lebih Cepat
Setiap bahan matras yoga punya karakteristik yang berbeda, mulai dari tingkat penyerapan keringat, ketahanan terhadap bahan kimia, hingga cara pengeringannya. Matras berbahan PU rubber misalnya, mudah menyerap debu dan tidak boleh terlalu sering terkena sinar matahari langsung. Sementara matras natural rubber justru perlu diangin-anginkan tanpa perlu dibilas air berulang kali.
Kalau kamu merawat semua matras dengan cara yang sama, bukan tidak mungkin permukaan matras jadi cepat mengelupas, grip-nya hilang, atau malah mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Mengenal 4 Jenis Bahan Matras Yoga yang Paling Umum
1. TPE (Thermoplastic Elastomer) — Ringan dan Ramah Lingkungan

TPE adalah campuran antara plastik dan karet polimer yang diproses dalam suhu tinggi dengan teknologi closed-cell. Matras berbahan TPE dikenal ringan, elastis, dan mudah digulung, sehingga cocok untuk kamu yang aktif berpindah tempat latihan atau sering membawa matras saat traveling.
Keunggulan lainnya, bahan TPE bersifat anti mikroba dan ramah lingkungan karena bisa didaur ulang. Kekurangannya, daya tahannya tidak sekuat PVC jika digunakan dalam jangka panjang.
2. PVC (Polyvinyl Chloride) — Paling Populer di Pasaran

PVC adalah bahan matras yoga yang paling banyak digunakan karena harganya terjangkau dan mudah ditemukan. Dibuat dari resin dan fiber, matras PVC memiliki grip dan cushioning yang cukup baik. Bahan ini juga tahan lama dan bisa digunakan di berbagai kondisi, baik indoor maupun outdoor.
Namun perlu diperhatikan, permukaan PVC bersifat open-cell yang artinya matras ini menyerap keringat dengan baik namun rentan menjadi sarang bakteri jika tidak segera dibersihkan setelah digunakan.
3. PU Rubber (Polyurethane) — Pilihan Para Yogi Profesional

Matras berbahan PU rubber diproses menggunakan suhu tinggi dan dikenal memiliki anti-slip di kedua sisinya. Bahan ini juga mampu menyerap keringat dengan baik sehingga permukaan tidak mudah licin saat latihan intens.
Kekurangannya adalah harganya yang relatif mahal, mudah menyerap debu, dan memiliki aroma karet yang cukup kuat. Matras jenis ini sangat cocok untuk yogi yang sudah rutin berlatih dan membutuhkan performa grip yang konsisten.
4. Natural Rubber — Kokoh dan Anti-Slip Terbaik

Matras dari karet alami memiliki tekstur yang paling kokoh di antara jenis lainnya. Grip-nya kuat bahkan saat permukaan basah terkena keringat, dan daya tahannya bisa mencapai lebih dari lima tahun. Namun matras ini memiliki bobot yang lebih berat, berkisar antara 3 hingga 4 kg, sehingga kurang ideal untuk dibawa bepergian.
Matras natural rubber paling cocok untuk kamu yang rutin berlatih yoga statis di rumah dan tidak terlalu sering memindahkan matras.
Panduan Cepat Merawat Matras Yoga Berdasarkan Jenis Bahan
| Jenis Bahan | Cara Membersihkan | Yang Harus Dihindari | Cara Menyimpan |
| PVC | Lap dengan campuran air hangat dan sabun lembut, bilas dengan kain lembab diperas | Jangan jemur di matahari langsung terlalu lama, hindari sabun keras | Angin-anginkan dulu sebelum digulung |
| PU Rubber | Lap dengan kain lembab setelah latihan, gunakan sabun pH netral untuk pembersihan dalam | Jangan rendam dalam air, hindari sabun beralkohol | Simpan di tempat kering, jauh dari sumber panas |
| Natural Rubber | Lap dengan kain kering, bilas encer hanya saat perlu | Jangan jemur langsung di bawah sinar matahari, hindari air berlebihan | Pastikan kering sempurna sebelum digulung, simpan di tempat sejuk |
| TPE | Lap dengan kain microfiber dibasahi air hangat | Hindari deterjen keras atau berkonsentrasi tinggi | Angin-anginkan di tempat teduh sebelum disimpan |
Kapan Sebaiknya Matras Yoga Dicuci Secara Profesional
Untuk perawatan rutin harian, lap bersih setelah latihan sudah cukup. Namun jika matras sudah mulai berbau meski sudah sering dilap, permukaan terasa lengket, atau ada noda membandel yang sulit hilang, itu tanda matras kamu butuh pembersihan yang lebih menyeluruh.
Pembersihan profesional memastikan setiap jenis bahan diperlakukan dengan metode dan produk yang tepat, tanpa risiko merusak permukaan atau mengurangi daya grip matras.
Kalau kamu merasa matras yoga sudah butuh perawatan ekstra, Dpurple Laundry bisa jadi solusinya. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun menangani berbagai jenis perlengkapan olahraga, setiap matras dibersihkan sesuai jenis bahannya menggunakan metode yang aman. Kamu tidak perlu khawatir matras rusak atau grip-nya berkurang setelah dicuci. Cukup serahkan, dan matras kamu kembali bersih, segar, dan siap menemani sesi latihan berikutnya.