Apakah kamu termasuk orang tua yang ingin mengenalkan ibadah kepada anak sejak kecil? Banyak orang tua kini memilih untuk mengajak balita mereka ke tanah suci sejak dini. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: bolehkah umroh membawa anak kecil? Bolehkah anak 2 tahun ikut umroh?
Daftar Isi
ToggleJawabannya adalah boleh. Tidak ada batas usia minimal untuk umroh. Bahkan bayi pun secara hukum boleh ikut serta. Yang penting adalah kesiapan dokumen, kondisi kesehatan, dan persiapan fisik orang tuanya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Syarat Umroh Bersama Balita (Update 2025)
Berdasarkan Peraturan Menteri Haji dan Umrah (Permenhaj) RI Nomor 4 Tahun 2025, tidak ada batas usia minimal untuk mendaftar sebagai jemaah umroh. Bayi dan balita secara hukum diizinkan ikut serta dengan menyerahkan dokumen kependudukan yang sah. Berikut syarat lengkapnya:
1. Paspor dan Visa
Balita sudah bisa memiliki paspor sendiri. Kamu bisa mengurus paspor anak di kantor imigrasi terdekat dengan membawa KTP orang tua, buku nikah, akta lahir anak, dan surat pernyataan orang tua. Nama di paspor minimal terdiri dari 2 suku kata.
2. Akta Lahir atau Kartu Identitas Anak (KIA)
Sesuai Permenhaj Nomor 4 Tahun 2025, akta lahir dan Kartu Identitas Anak (KIA) diakui sebagai dokumen kependudukan yang sah untuk pendaftaran jemaah umroh. Dokumen ini wajib disertakan sebagai pengganti KTP yang belum dimiliki anak.
3. Kartu Keluarga
Dokumen ini penting sebagai bukti hubungan keluarga, terutama untuk verifikasi bahwa anak berangkat bersama orang tua atau wali sahnya.
4. Vaksin Meningitis (Situasional)
Per 2024, pemerintah Arab Saudi tidak lagi mewajibkan vaksin meningitis untuk jemaah umroh secara umum. Namun, berdasarkan SE Menkes Nomor HK.02.02/A/1206/2025, vaksin meningitis tetap direkomendasikan terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Konsultasikan dengan dokter anak sebelum keberangkatan untuk memastikan kondisi si kecil siap dan aman.
5. Status Kesehatan via Aplikasi (Usia 5 Tahun ke Atas)
Untuk anak usia 5 tahun ke atas, orang tua perlu menunjukkan status kesehatan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkana yang terhubung dengan SATUSEHAT. Sementara itu, anak di bawah usia 5 tahun bisa langsung masuk Masjidil Haram tanpa perlu menunjukkan izin masuk.
Tips Umroh Bersama Balita agar Tetap Khusyuk
Umroh bukan sekadar perjalanan biasa. Ini adalah perjalanan spiritual yang membutuhkan kekuatan fisik dan mental. Apalagi saat membawa si kecil yang butuh perhatian ekstra. Berikut tips praktisnya:
1. Pilih Jadwal Keberangkatan yang Tepat
Suhu di Arab Saudi sangat berbeda dengan Indonesia. Hindari musim panas (sekitar April hingga September) karena suhu bisa mencapai 40 derajat Celsius lebih. Pilih keberangkatan di akhir tahun atau awal tahun ketika cuaca lebih sejuk dan bersahabat untuk anak kecil.
2. Perhatikan Jarak Hotel ke Masjid
Saat memilih paket umroh, prioritaskan hotel yang dekat dengan Masjidil Haram. Jarak yang terlalu jauh bisa membuat si kecil kelelahan dan rewel di perjalanan. Hotel yang dekat juga memudahkan kamu untuk bolak-balik jika si kecil membutuhkan istirahat di sela ibadah.
3. Pastikan Kondisi Kesehatan si Kecil Prima
Cek kesehatan anak ke dokter minimal 2 minggu sebelum keberangkatan. Pastikan vaksinasi dasar si kecil sudah lengkap. Kamu juga bisa membawa perlengkapan bayi yang lengkap termasuk obat-obatan dan vitamin yang sudah direkomendasikan dokter.
4. Persiapkan Fisik Orang Tua
Rangkaian umroh seperti tawaf dan sai membutuhkan tenaga fisik yang cukup besar. Apalagi sambil menggendong atau mengawasi balita. Mulai latihan fisik ringan seperti jalan kaki rutin sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan agar kondisi tubuh kamu terjaga.
5. Manfaatkan Stroller dan Sewa Kursi Roda
Bawa stroller untuk mobilitas di luar masjid. Namun perlu kamu ketahui bahwa stroller tidak diperbolehkan masuk ke dalam area masjid saat tawaf dan sai. Solusinya adalah menyewa kursi roda yang memang tersedia di sekitar Masjidil Haram untuk membawa si kecil. Sebagai alternatif, kamu juga bisa menggunakan gendongan bayi yang lebih fleksibel untuk melewati area keramaian.
6. Siapkan Perlengkapan si Kecil dari Jauh Hari
Perlengkapan umroh orang dewasa saja sudah banyak, apalagi ditambah kebutuhan bayi atau balita. Siapkan semuanya jauh hari agar tidak ada yang terlewat dan si kecil tetap nyaman selama perjalanan.
Barang Wajib Bawa Saat Umroh Bersama Balita
Berikut daftar perlengkapan yang wajib kamu siapkan:
- Pakaian ihram minimal 2-3 setelan
- Pakaian muslim sehari-hari dan baju tidur
- Pakaian dalam ekstra
- Baju hangat untuk cuaca dingin
- Kaos kaki, sepatu, dan sandal
- MPASI instan dan alat pembuat MPASI portable
- Alat makan, botol susu, dan pompa ASI
- Stroller dan gendongan bayi
- Perlengkapan kebersihan bayi dan pampers
- Camilan dan mainan agar tidak bosan
- Obat-obatan dan vitamin sesuai rekomendasi dokter
Sudah siap mengajak si kecil ke tanah suci? Satu hal yang sering terlupakan saat persiapan umroh adalah memastikan semua perlengkapan si kecil dalam kondisi bersih dan higienis sebelum berangkat. Perjalanan umroh bisa berlangsung 10 hingga 14 hari, dan kebersihan perlengkapan bayi adalah salah satu faktor kenyamanan yang tidak bisa diabaikan.
Kalau kamu tidak sempat mencuci semua perlengkapan si kecil sendiri, kamu bisa mempercayakannya ke Dpurple Laundry. Dpurple Laundry berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam merawat perlengkapan bayi menggunakan sabun khusus yang aman untuk kulit sensitif anak. Mulai dari laundry stroller, car seat, hingga gendongan bayi, semua bisa ditangani dengan layanan antar-jemput yang praktis.
Pertanyaan Seputar Umroh dengan Anak Balita
Anda boleh membawa anak usia balita ikut umroh pada usia kurang dari 2 tahun. Informasi ini berdasarkan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang pernah diumumkan pada Agustus 2022 lalu.
Stroller tidak diperbolehkan masuk ke area tawaf dan sai. Kamu bisa memanfaatkan kursi roda sewaan yang tersedia di sekitar masjid, atau menggunakan gendongan bayi yang lebih fleksibel untuk melewati area keramaian saat ibadah berlangsung.
Sejak 2024, Arab Saudi tidak lagi mewajibkan vaksin meningitis untuk jemaah umroh secara umum. Namun vaksin ini tetap direkomendasikan oleh Kemenkes RI terutama untuk jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Selalu konsultasikan ke dokter anak sebelum keberangkatan.